5 Kuliner Legendaris di Bandung Dekat Gedung Sate

www.eveningflavors.com5 Kuliner Legendaris di Bandung Dekat Gedung Sate. Sedang mencari makanan legendaris di Bandung? Ya, saya punya saran kali ini.

Ada warung dan makanan lezat legendaris selama puluhan tahun di Kota Bandung.

Di kawasan sekitar Gedung Sate, pusat pemerintahan Gubernur Jawa Barat, Anda bisa menemukan beberapa warung dan tempat makan legendaris.

  1. Cuanki dan Batagor Serayu

Mendengar ujar cuanki, barangkali kita bakal mengasosiasikannya dengan makanan a Italia la Tiongkok. Ternyata tak, mengingat cuanki rupanya sama bakso. Kemudian, apa bedanya dengan bakso biasa?

Nama Cuanki Serayu lumayan banyak diperbincangkan. Lokasi makan yang telah buka semenjak tahun 1990- an ini mengambil nama dari Langkah Serayu, lokasi warungnya berdiri. Cuanki sendiri ternyata singkatan dari cari uang langkah kaki mengingat upaya ini dibuka dari gerobak keliling.

Baca Juga: 9 Kuliner Legendaris di Kota Tangerang, Ada yang Pernah Coba

Anak- anak belia hingga keluarga terlihat banyak duduk di area makan depan warung. Di sini juga terdapat gerobak untuk melayani pesanan dibawa pulang. Bahwa lokasi duduk di depan telah maksimal, menembus jadi ke dalam warung.

Suasana khas warung bakso kelihatan dari meja dan bangku panjang yang tersedia. Ruangannya yang lumayan luas dan memanjang agak gelap dan gerah mengingat kurangnya penerangan dan kipas. Menu makanannya cuma cuanki dan batagor, dan mereka berdua disiapkan di gerobak di bagian depan ruangan.

Jangan menunggu pelayan berlabuh ke meja dan mengukir pesanan. Langsung jadi katakan pada penjualnya. Ingin pesan cuanki atau batagor? Seporsi atau setengah porsi? Kemarin, tunggui lolos pesanan Anda dibuatkan dan angkut sendiri ke meja.

Rasa penasaran saya terjawab. Ternyata, cuanki ialah campuran bakso, mengetahui goreng dan putih, siomay, sekaligus batagor dalam satu mangkuk. Apabila terdapat yang pesan, si penjual tinggal menuangkan kuah bakso sekaligus bawang merah goreng dan seledri tepat permintaan.

Kuah kaldunya yang konon dibikin dari rebusan tulang ikan, bukan tulang sapi layaknya kuah bakso biasa, terasa hambar apabila tidak ditambahi apa- apa. Untunglah di meja tersedia saus sambal, sambal, cuka, sekaligus kecap asin dan manis yang mampu menyelamatkan sepertinya.

Kedua buah bakso kecil dilengkapi masing- masing suatu mengetahui putih dan mengetahui goreng. Terdapat juga suatu batagor yang renyah, mencatatkan hidangan ini menjadi sama bakwan Malang. Di antara yang lain, siomaynya yang sering mempunyai citarasa, terutama rasa ikan.

Batagornya yang malah lebih seru. Sesudah batagor dipotong- potong, saus kacang dituangkan di satu sisi supaya tidak bercampur seluruh dengan batagornya. Menjadi, batagor mampu dicocol jadi, tak diaduk rata dengan sausnya.

Akan tetapi kami lebih like batagor bercampur dengan saus kacangnya. Terdapat gabungan tekstur renyah dari kulit pangsit goreng dan empuk dari mengetahui gorengnya. Sayang, batagornya yang agak gurih bertekstur begitu kenyal lolos tidak mudah dikunyah halus.

Saus kacangnya sendiri halus, kental, dan manis, sama selai kacang. Kecap manis dan air perasan jeruk nipis mencatatkan sausnya semakin sedap. Bahwa ingin pedas, minta tambahkan sambal jadi.

Banderol cuanki dan batagor serupa, Rp 12. 000 untuk seporsi( isi enam) dan Rp 8. 000 untuk setengah porsi( isi keempat). Disamping di warung Langkah Serayu ini, Cuanki Serayu juga membuka cabangnya di jalan Bengawan & di depannya kampus Darmanegara. Cuankinya juga dijual berkeliling di sebagian gerobak.

Opsi minumannya cuma air mineral dan teh dalam botol. Sejatinya terdapat jus aneka buah, akan tetapi saat kami berlabuh tidak mampu dipesan mengingat blendernya sedang kerusakan. Bahwa sekadar penasaran apa itu cuanki atau ingin merasakan batagornya yang bersaus kacang kental, bolehlah mampir ke mari.

  1. Yoghurt Cisangkuy

Disamping Lembang, wilayah Dago ialah lokasi asik dibuat nongkrong di kota Bandung. Di situ terdapat salah satu kafe yang menyediakan minuman sehat nan melegenda. Layaknya apa sepertinya?

Tidak cuma menyediakan suasana nyaman, Dago ialah wilayah yang memperlihatkan sekian kuliner legendaris. Kali ini Anda bakal diajak merasakan minuman yang telah dilepas semenjak tahun 70- an, namanya Yoghurt Cisangkuy.

Kafe Yoghurt Cisangkuy berlokasi di Langkah Cisangkuy No. 66 Citarum, Bandung Wetan. Pusat jajanan yang seringkali dijadikan sebagai tongkrongan beberapa anak belia ini telah berdiri semenjak tahun 1976.

Pemilik cafe Yoghurt Cisangkuy bercerita pada saat pertama mendirikan rupanya agak tidak mudah untuk memasarkan minuman yoghurt. Pada pasalnya di jaman itu yoghurt belum demikian bagus dikalangan penduduk.

Untuk menyiasatinya, si pemilik berusaha berinovasi dengan menambahkan aneka rasa buah- buahan. Penambahan rasa buah itu supaya mencatatkan cita rasa tidak sama, serta seru minat pengunjung. Lambat akan tetapi tentu, saat ini Yoghurt Cisangkuy sudah di terima dengan bagus oleh seluruh pihak penduduk.

Terciptanya pembuatan Yoghurt Cisangkuy sendiri tak dibikin di lokasi. Malah diproses di pabrik susu yang ada di wilayah Lembang.

Serupa dengan lokasi lain, yoghurt nikmat yang dipakai kafe ini diolah dari susu sapi segar sesudah menyusul terciptanya fermentasi. Namun tentang rasa tentu beda dari yoghurt kebanyakan, karena cita rasanya minuman legendaris ini didominasi dengan rasanya yang manis. Ada juga rasa asamnya cuma sedikit jadi.

Walau telah berumur puluhan tahun, lokasi ini tidak kalah dengan kafe Bandung kekinian yang lain. Yoghurt Cisangkuy menyediakan suasana nyaman dan sejuk berkat aneka tanaman yang tumbuh di sekeliling.

Yoghurt Cisangkuy memperlihatkan kedua varian, yaitu juice dan kental. Seporsi minuman ini tersaji dengan berbagai rasa buah, layaknya anggur, leci, stroberi, cokelat, lolos mocca.

Banyak menu yang disediakan di kafe ini kebanyakan nilainya masih ramah kantong, yaitu di bawah Rp30. 000. Misal seporsi Yoghurt Garpe special cuma Rp20. 000 jadi. Sementara untuk makanan layaknya kentang goreng dengan sosis dihargai Rp23. 000. Rata- rata harga makan untuk berdua berakhir Rp60. 000.

Keberadaan Yoghurt Cisangkuy telah memperoleh hati pecinta kuliner. Terbukti saat kunjungan akhir pekan atau liburan panjang, pembelinya seolah tidak habis- habis.

Keistimewaan yoghurt ini mencatatkan namanya kian kondang. Rasa manis yoghurt yang dicampur dengan potongan buah segar menetapkan segelas minuman tersebut semakin menggoda lidah.

Tidak cuma menyediakan menu berupa yoghurt, camilan lezat yang lain juga disediakan layaknya sosis, kentang goreng, bubur ayam, sampai siomay.

Disamping suasana sejuk, pengunjung juga dimanjakan dengan bergama sarana seru yang lain, antara lain keberadaan wifi cuma- cuma sekaligus taman mini yang mampu dijadikan sebagai spot swafoto.

Suasana akan perumahan juga terasa begitu kental saat menginjak area wisata tempat kuliner ini.  Yoghurt Cisangkuy sendiri menempati bangunan berpose khas Belanda.

Hiasan berupa lampu- lampu yang mengitari setiap sisi bangunan juga meningkatkan kesan cantik. Tidak ayal lingkungan ini begitu mendukung untuk nonkrong.

Saat menikmati kesegaran yoghurt, Anda bebas membuat keputusan ingin mencicipi sejuknya area di halaman rumah yang rindang, atau di dalam ruangan dengan suasana jadul.

Kelebihan lain dari kafe ini ialah tersedianya lahan parking yang luas, alhasil saat Anda berlabuh tidak harus bingung memarkir kendaraan. Supaya tak kecewa kehabisan lokasi duduk, silahkan reservasi di nomer( 022) 7273956 sebelum mengambil keputusan untuk hengkang mengunjunginya.

Jangan lupa mampir merasakan yoghurt legendaris saat liburan ke Bandung. Kafe ini begitu pas untuk dijadikan sebagai lokasi nongkrong sembari bernostalgia.

  1. Sate Jando

Gedung Sate termasuk salah satu bangunan ikonik di Bandung. Tidak cuma unik dengan bangunan berarsitektur kolonial Belanda, lokasi ini juga mempunyai sekian sarana yang tentu meningkatkan pengetahuanmu. Hebatnya, kuliner di sekitar sini juga enak, terlebih terdapat yang legendaris. Layaknya Sate Jando Cimandiri yang ada di pertahanan gedung ini.

Gedung Sate termasuk salah satu bangunan ikonik di Bandung. Tidak cuma unik dengan bangunan berarsitektur kolonial Belanda, lokasi ini juga mempunyai sekian sarana yang tentu meningkatkan pengetahuanmu. Hebatnya, kuliner di sekitar sini juga enak, terlebih terdapat yang legendaris. Layaknya Sate Jando Cimandiri yang ada di pertahanan gedung ini.

Tidak layaknya sate pada biasanya, makanan ini telah dijajakan semenjak pagi. Seporsinya terdiri dari sebagian tusuk sate yang disajikan dengan lontong. Begitu sederhana dan disajikan di atas daun pisang yang beralaskan kertas. Bahan sate jando ini terbuat dari bagian lemak susu sapi yang disebut gajih.  Lazimnya, kamu mampu memesan campur dengan sate daging sekaligus ayam yang sepertinya tidak kalah kampiun.

Bagus sate sapi ataupun jando, lewat terciptanya pembumbuan sebelum dibakar di atas bara api. Daging tersebut dilumuri bumbu kuning yang terbuat dari jahe, kunir, sirih, dan sebagian rempah yang lain. Skuad asuh istimewa inilah yang mencatatkan cita rasa dari sate ini meresap sampai bagian terdalam. Konon, resep ini telah dipakai semenjak pertama kali jualan secara keliling di tahun 80- an. Tidak aneh, apabila makanan ini menjadi salah satu kuliner legendaris di kota Kembang.

Baca Juga: 14 Tempat Wisata Di Blora Terhits

Keunikan dari sate jando ini mengingat teksturnya yang empuk dan kenyal saat dikunyah. Begitu pas dengan bumbu istimewa yang terbuat dari adonan kacang dan kecap. Bumbu tersebut tak begitu ditumbuk halus, kelihatan dari kasarnya kacang yang ada di sela- sela bumbu. Juga begitu, sepertinya mantap. Terlebih bahwa satenya masih hangat dan anyar ditunjuk dari pembakaran.

Kuliner kaki lima ini lumayan diunggulkan, terlebih saat hari libur. Terlebih, kamu mampu antre sampai sejam untik mampu menikmati jajanan ini. Nah, untuk kamu yang berkeinginan mencobanya, siapkan uang sekitar Rp23. 000 untuk bisa seporsi lengkap.

  1. Kupat Mengetahui Gempol

Ini dirinya salah satu kuliner legendaris Bandung, yang sempat digadang- gadang serupa Kang Ridwan Kamil alias Kang Emil dalam wawancara di suatu majalah. Eh, sejujurnya, saya malahan menjadi kepincut ingin dateng ke sini gara- gara baca wawancara itu. Menjadi kisahnya Kang Emil ditanya gini serupa yang mewawancara,“ Makanan apa yang mesti dicoba di Bandung?” dan salah satu jawaban Kang Emil ialah Kupat Mengetahui Gempol. Iya juga ya. Saya dahulu sempat satu kali makan di sini. Oke juga nih kalo ke sini lagi bagi ngebikin review- nya.

Lokasinya tak jauh dari Gedung Sate lho.  lokasinya ga ditepi langkah gede, jalannya juga  buntu. Jika berangkat dari Jalan Gedung Sate, Anda bisa ambil Jalan Langkah Trunojoyo, kemudian belok kiri ke Langkah Sultan Tirtayasa, lalu ke Langkah Gempol. Di papan namanya, Anda bisa melihat sebuah restoran Jepang bernama Midori. Nah, alangkah baiknya jika Anda memarkir mobil Anda di depan atau di sekitar Midori. Jangan menembus selain dari jalan yang sempit dan tidak ada tempat parkir. Lebih baik berjalan beberapa langkah saja daripada mencari tempat parkir.

Kupat Mengetahui Gempol ini kayaknya sih jualannya hanya pas pagi- pagi aja. Saat saya dateng sekitar jam 9an dan udah rame dikunjungi orang. Lokasi duduknya juga terlalu begitu terbatas, palingan hanya mampu nampung 10an orang. Saya sendiri  sampai mesti numpang duduk di depan orang jualan gorengan di sebelahnya.

Kalo hanya diliat dari performa, ga ciri khas tertentu. Eh, bentar. Kayaknya terdapat deh. Nah, kamu mampu liat kan si kerupuk merah itu? Kupat mengetahui yang lain lazimnya kan hanya pake kerupuk berwarna oranye yang biasa like dikasih serupa tukang nasi goreng. Kalo ditempat sini, kerupuknya pakai kerupuk merah atau kerupuk terasi. Kerupuk merah ini lazimnya keluarga saya pake kalo pas mencetak ketupat lebaran. Sepertinya emang lebih enak sih.

Kalo dari segi rasa, kupat mengetahui Gempol ini bisa dibilang kupat mengetahui yang cita sepertinya manis. Itu juga yang mencetak papah saya jarang like. Begitu manis. Emang sih, namun itu juga bergantung selera masing- masing. Kalo bagi saya sih masih oke- oke aja. Disamping dari bumbu kacangnya, lain- lainnya standar aja. Mengetahui kuning yang ga digoreng begitu mateng, toge rebus, dan potongan ketupat.

Kupat Mengetahui IDR 15K

  1. Roti Gempol

Pencinta roti klasik harus mampir ke Roti Gempol saat ke Bandung. Tersedia roti gandum berisi ragam olesan yang mampu dinikmati dalam porsi perseorangan atau besar. Yuk, mampir!

Di Bandung terdapat sebagian bakery atau toko roti legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun. Kenikmatannya teruji era sampai tetap terkenal sampai sekarang. Sebut jadi roti buatan Sumber Hidangan dan Braga Permai di Langkah Braga yang telah terdapat masing- masing semenjak tahun 1929 dan 1918.

Nah, di Langkah Gempol Wetan yang padat dengan pemukiman masyarakat, terdapat toko roti klasik bernama Roti Gempol yang juga terkenal. Lokasinya di dekat Pasar Gempol dan di dalam gang sempit. Buka setiap hari mulai pukul 7 pagi, sekian pengunjung antre untuk sarapan roti gandum yang telah terdapat semenjak tahun 1958 ini.

Sekejap mata bangunan Roti Gempol tidak ubahnya kedua rumah yang digabung menjadi satu. Interiornya didominasi kayu dengan warna cokelat klasik. Rumah pertama dijadikan sebagai area pembuatan dan pemanggangan roti. Sementara rumah dua memikirkan untuk menyediakan olahan roti.

salah satu pegawai Roti Gempol. Dia menyebutkan dalam satu hari mampu mencatatkan 500 loaf roti gandum. Tidak sama dari roti gandum modern, roti gandum di sini dibikin tanpa bahan pengawet dan mampu bertahan selama sampai 3 hari. Serat- serat gandumnya bisa dibilang lebih kasar. Disamping roti gandum, mereka juga menjajakan roti putih.

Fans roti mampu mencicip roti bakar fresh berbahan roti gandum atau roti putih khas Roti Gempol. Menunya dibedakan dalam jenis tingkatan dan isian. Ukurannya tersedia untuk perseorangan atau besar( ririungan). Sementara untuk isian terdapat opsi manis atau gurih.

Untuk jenis rasa manis mampu dicampur sampai penuh 3 rasa. Pilihannya antara lain rasa cokelat, susu, kacang, nanas, dan strawberry. Untuk jenis asin tersedia opsi telur, daging, dan keju. Banderol roti bakar di sini berkisar dari Rp 11. 000 sampai Rp 22. 000 untuk jenis roti bakar perseorangan.

Setelah memesan, kami mampu mengintip terciptanya pembakaran roti di area depan toko. Sekitar tiga orang pegawai sigap mengoles oles, memanggang roti, sampai menambahkan isian toopping ke dalam roti bakar. Berlabuh di pagi hari saat akhir pekan, kami terpaksa tunggu antrean sekitar 1 jam.

Lelah antre kami terbayar saat pesanan Manis Gandum Ririungan Srikaya, Cokelat, Susu( Rp 35. 000) berlabuh. Ririungan rupanya berporsi besar, sampai- sampai disajikan dalam kedua piring. Kelihatan permukaan roti bakar berwarna cokelat kejayaan. Serat- serat gandumnya lumayan kelihatan tentu.

Nyamm! Roti gandum terasa renyah di luar, akan tetapi tetap empuk dan lembut di dalam. Olesan selai srikaya, cokelat, dan susu berpadu menjadi satu sampai konsistensinya kental dan agak luber. Rasa manis legitnya memang puaskan selera! Tercecap selai srikaya sebagai rasa manis sering dominan.

Lega akan yang manis-manis, kami mencicip Komplet Gandum, Daging, Telur, Keju dengan harga Rp 22. 000. Menu ini sama- sama menggunakan roti gandum, dengani isiannya yang gurih. Dagingnya berbentuk lembaran smoked beef. Dan telurnya dibikin mata sapi yang telah digoreng lebih dahulu sebelum dijadikan sebagai isian roti bakar. Semakin enak disantap dengan cocolan saus sambal.

Belakangan, kami merasakan Manis Putih Cokelat Keju berharga (Rp 14. 000). Ketimbang roti gandum, roti putih di sini tidak begitu spesial walau teksturnya juga empuk. Paduan manisnya meisjes cokelat dan gurihnya parutan keju cheddar terasa nikmat. Cocok untuk fans roti manis gurih.

sejarahnya, konon ceritanya Roti Gempol awalnya berdiri di Salatiga. Dan Barulah tahun 1991, penjualnya yang bernama Ibu Lidya gabung berjualan di Bandung mengingat dia kuliah di ITB. Semenjak saat itu Roti Gempol tidak sempat sepi penggemar mengingat populer enak. Bahwa tidak percaya, Anda mampu membenarkan kelezatannya sendiri!

Roti Gempol

Langkah Gempol Wetan No. 14, Bandung

Jam buka: 07. 00- 21. 00 WIB

Share and Enjoy !

Shares
Shares