10 Benteng Horor di Indonesia, Bisa Buat Uji Nyali

www.eveningflavors.com10 Benteng Horor di Indonesia, Bisa Buat Uji Nyali. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak tempat wisata alam dan berbagai wisata kuliner serta budaya yang unik. Tempat wisata alam, wisata buatan dan tempat wisata teroris menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan.

Beberapa benteng dengan cerita seram di masyarakat juga membuat banyak orang mengunjunginya dengan rasa penasaran dan minat. Buat kamu yang suka traveling dengan suasana menyeramkan, berikut 10 benteng horor di Indonesia yang wajib kamu kunjungi.

1. Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Benteng Vredeburg tentunya sudah tidak asing lagi. Tempat wisata ini terletak di No. 6, Jalan Margomulyo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Benteng vredeburg juga menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan dari Yogyakarta. Bangunannya yang asri dan terawat membuat wisatawan tertarik dan penasaran.

Siapa sangka ada cerita dan misteri mengerikan di benteng yang mengagumkan ini. Konon katanya di daerah Benteng vredeburg, terdengar seorang kesakitan, menangis atau minta tolong. Meski banyak cerita horor, benteng yang dibangun pada 1787 ini tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Sejarah 

Benteng Friedberg di Yogyakarta erat kaitannya dengan kelahiran Kesultanan Yogyakarta. “Perjanjian Gianti” pada 13 Februari 1755 berhasil menyelesaikan perselisihan antara Susuhunan Pakubuwono III dan Pangeran Mangkubumi (calon Sultan Hamengku Buwono I). Ini adalah hasil politik Belanda. Pemerintah Belanda selalu ingin mengganggu Raja Jawa pada waktu interior.

Melihat pesatnya perkembangan Kraton yang didirikan oleh Sultan Hamen Kubuwono I, pihak Belanda mulai merasa khawatir. Belanda mengusulkan kepada Sultan untuk mengizinkan Sultan membangun benteng di dekat istana. Alasan pembangunan tersebut adalah agar Belanda dapat menjaga keamanan istana dan sekitarnya. Namun, di balik dalih itu, niat sebenarnya Belanda adalah untuk memudahkan pengendalian semua perkembangan yang terjadi di istana.

Letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari keraton dan posisinya menghadap jalan raya, yang menunjukkan bahwa fungsi benteng dapat digunakan sebagai benteng untuk strategi, intimidasi, penyerangan dan pemblokiran. Bisa dikatakan kalau sewaktu-waktu Sudan menyerang Belanda, benteng itu dibangun untuk pencegahan.

Kekuatan tersembunyi di balik kontrak politik yang dihasilkan dari setiap kesepakatan yang dicapai dengan Belanda tampaknya menjadi kekuatan yang tidak dapat dilawan oleh pemimpin adat selama masa kolonial Belanda. Ini termasuk Hamin Kubuwano I, Sultan Sri Lanka. Oleh karena itu, Belanda mengajukan permohonan izin untuk membangun benteng tersebut.

Pada tahun 1760–1765, Sebelum benteng dibangun di lokasinya yang sekarang (Museum Bent Yogyakarta, Yogyakarta), atas permintaan Belanda, Sultan HB membangun benteng persegi yang sangat sederhana pada tahun 1760. Di empat penjuru ini, ada penjaga yang disebut seleka atau benteng. Sudan memberikan nama empat penjuru Jayawisesa (pojok barat laut), Jayapurusa (pojok timur laut), Jayaprakosaningprang (pojok barat daya) dan Jayaprayitna (pojok tenggara).

Menurut Nicolas Hartingh, benteng tersebut masih sangat sederhana. Dinding di atas tanah diperkuat dengan tiang listrik yang terbuat dari kelapa dan pohon palem. Bangunannya terbuat dari bambu dan kayu beratap jerami. Ketika W.H. Ossenberch menggantikan Nicolas Hartingh, Sultan menyarankan untuk memperkuat benteng menjadi struktur yang lebih permanen untuk lebih memastikan keamanan. Proposal tersebut disetujui dan benteng dibangun di bawah pengawasan ilmuwan konstruksi Belanda Ir. Frans Haak (Frans Haak).

Baca Juga: 6 Gunung Terangker di Indonesia Serta Cerita Singkatnya

2. Benteng Belgica, Banda Neira

Salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia adalah Benteng Belgica. Benteng ini terletak di Bandanaira, Kabupaten Maluku di Maluku Tengah. Benteng yang dibangun oleh Portugis dimulai pada abad ke-16. Banyak cerita menakutkan tersimpan di benteng ini.

Di kawasan Belgica, jarang orang yang sering melihat penampilan wanita berambut gondrong. Yang lebih menyeramkan lagi adalah wanita berambut panjang itu tampak berlumuran darah. Meski terlihat seram, banyak turis yang datang mengagumi bangunan Instagramable ini atau mencari cerita horor.

Sejarah

Benteng Belgica awalnya adalah benteng yang dibangun oleh Portugis di Pulau Neira Maluku pada abad ke-16. Tak lama kemudian, VOC membangun kembali sebuah benteng di lokasi benteng Portugis pada tanggal 4 September 1611, di bawah perintah Gubernur Petersburg. Benteng tersebut kemudian dinamai Benteng Belgica, sehingga terdapat dua benteng yang berada di Pulau Nela yaitu; Benteng Belgia dan Benteng Nassau. Tujuan pembangunan benteng ini adalah untuk menghadapi perlawanan dari Banda, yang menentang monopoli VOC atas pala.

Pada tanggal 9 Agustus 1662 benteng tersebut diperbaiki dan diperluas untuk menampung 30-40 tentara yang ditugaskan untuk menjaga benteng tersebut.

Kemudian pada tahun 1669, benteng yang dibangun kembali tersebut dibongkar dan beberapa bahan bangunan digunakan untuk membangun kembali benteng tersebut di lokasi yang sama. Pembangunan itu dilakukan atas perintah Cornelis Speelman. Seorang insinyur bernama Adriaan Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan benteng yang sangat mahal ini. Selain menghabiskan banyak uang (309.802,15 gulden), perbaikan ini juga memakan waktu lama untuk meratakan bukit untuk membangun fondasi benteng yang memakan waktu sekitar 19 bulan. Ini juga menimbulkan biaya besar, karena banyak orang dihancurkan oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng. Benteng tersebut akhirnya selesai dibangun pada tahun 1672.

Sepuluh tahun kemudian, komisaris Robertus Padbrugge (Robertus Padbrugge) dikirim untuk memeriksa rekening pekerjaan tersebut, tetapi pekerjaannya tidak berhasil. Ini karena banyak tuan tanah percaya bahwa biaya tersebut tidak besar dibandingkan dengan biaya membangun benteng yang besar dan indah. Karena itu, Padbrugge menghentikan penyelidikan.

Meskipun benteng ini dikatakan hebat dan menakjubkan, namun cara memenuhi kebutuhan air di dalam benteng tersebut masih belum terselesaikan. Setelah mempertimbangkan apakah akan menggali sumur, membangun waduk besar, atau membangun empat waduk yang lebih kecil, diputuskan untuk menggali sumur di dekat benteng dan menghubungkannya ke waduk oval di tengah halaman dalam benteng.

3. Benteng Pendem, Cilacap

Pernahkah andan mendengar istilah Benteng Pendem. Benteng di Cilacap adalah salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia. Dulu, benteng ini merupakan tempat tinggal wanita pribumi yang menjadi budak seks dan akhirnya bunuh diri. Benteng Pendem Cilacap kini terkenal dengan horornya karena sering ada perempuan menangis setiap malam.

Alamat lengkap Benteng Pendem adalah Jalan Benteng, Kabupaten Cilacap Sentolokawat, Jawa Tengah. Tempat ini tidak hanya terkenal dengan horornya saja, tetapi juga ramai dikunjungi oleh wisatawan karena memiliki bangunan yang sangat unik dan menarik.

Sejarah

Benteng Pendem dulunya adalah markas tentara Belanda di Cilacap, Jawa Tengah dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda. Peran benteng tersebut adalah untuk menahan serangan dari laut serta Benteng Karang Bolong, Benteng Klingker dan Benteng Cepiring. Benteng Pendham digunakan hingga tahun 1942. Pada masa Perang Anti Jepang, benteng ini berhasil dikuasai oleh tentara Jepang. Pada tahun 1945, Jepang meninggalkan benteng tersebut karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh pasukan Sekutu. Oleh karena itu, benteng Persatuan Jawa Tengah diambil alih oleh TNI Banteng Loreng. Di bawah kendali TNI, benteng ini digunakan para pejuang kemerdekaan untuk perang dan pendaratan di laut.

4. Benteng Rotterdam, Makassar

Salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia adalah Makassar, atau benteng Rotterdam. Pasti dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama benteng ini. benteng Rotterdam adalah peninggalan Kerajaan Gowa Tallo yang telah diserahkan kepada Belanda. Konon katanya di benteng ini sering terlihat tentara Belanda berlumuran darah.

Benteng Rotterdam terletak di Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Meski menyimpan banyak cerita horor, Benteng Rotterdam masih menjadi objek wisata favorit wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Bangunan dan lokasinya masih terawat dengan baik, sehingga sangat disarankan untuk mengunjungi benteng ini.

Sejarah

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung, Raja Gaowa ke-9. Awalnya benteng ini terbuat dari tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa Sultan Alauddin, struktur benteng diubah menjadi batuan keras dari Pegunungan Karst di wilayah Maros. Benteng Ujung Pandang (Ujung Pandang) berbentuk seperti penyu, merayap ke laut. Dari segi bentuk, filosofi Kerajaan Gaowa sangat jelas bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Hal yang sama berlaku untuk Kerajaan Govar yang telah berjaya di darat dan laut.

Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang. Orang-orang di Gowa-Makassar juga menyebut benteng ini Benteng Panyyua yang merupakan markas para manusia katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani Perjanjian Bungayya, salah satu syarat yang memaksa Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng tersebut kepada Belanda. Ketika Belanda menduduki benteng tersebut, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Benteng Rotterdam. Untuk memperingati tempat kelahirannya di Belanda, Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam. Belanda kemudian menggunakan benteng ini sebagai pusat penyimpanan rempah-rempah di kawasan timur Indonesia.

Sekitar 200 tahun yang lalu, Belanda menggunakan benteng ini sebagai pusat pemerintahan, perekonomian dan berbagai kegiatan. Pada tahun 1937, pemerintah Belanda dan India mengalihkan kepemilikan Fort Rotterdam kepada Fort Rotterdam Foundation. Benteng ini terdaftar sebagai bangunan bersejarah pada tanggal 23 Mei 1940. 

Nah, di dalam bangunan Benteng Ujung Pandang ini terdapat Museum La Galigo yang banyak memuat referensi tentang sejarah Gowa-Tallo dan daerah lain di Sulawesi Selatan. Sebagian besar bangunan benteng masih utuh dan menjadi salah satu tempat wisata Kota Makassar.

5. Benteng Van den Bosch, Ngawi

Salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia terletak di Kabupaten Ngawi yaitu Benteng Van den Bosch. Benteng ini terkenal dengan arsitekturnya yang sangat unik dan indah, dan wisatawan sering datang kesini untuk berfoto. Benteng Van den Bosch terletak di Jalan Untung Suropati 2, Kabupaten Ngawi Kecamatan Ngawi, Jawa Timur.

Siapa sangka ternyata banyak cerita horor di benteng yang indah ini. Salah satu cerita horor yang beredar adalah tentara tanpa kepala sering terlihat di kawasan Van den bosch. Tak hanya itu, warga maupun wisatawan kerap melihat penampakan kepala manusia ular.

Sejarah

Pada abad ke-19, Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan perkapalan di Jawa Timur, dan digunakan sebagai pusat pertahanan Belanda di daerah Madiun dan sekitarnya pada masa Perang Diponegoro (1825-1830). Perlawanan terhadap amukan Belanda di wilayah tersebut dipimpin oleh kepala negara setempat, seperti Madiun yang dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo dan Ngawi yang dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta Verrottani, salah satu pengikut Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1825, Neville diduduki dan diduduki oleh Belanda. Guna menjaga posisi strategis dan fungsi Ngawi serta menguasai jalur perdagangan, pemerintah Hindia Belanda membangun benteng yang selesai dibangun pada tahun 1845 yaitu Benteng Van Den Bosch. Benteng tersebut dihuni oleh 250 tentara Belanda bersenjatakan senapan, 6 artileri dan 60 kavaleri yang dipimpin oleh Johannes van den Bosch.

6. Benteng Marlborough, Bengkulu

Benteng Marlborough merupakan salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia yang terletak di Bengkulu. Dulu ada penjara bawah tanah di benteng ini, tempat tinggal seorang wanita Inggris bernama Helen. Wanita itu dihukum karena jatuh cinta dengan pria pribumi. Saat ini, di Fort Marlborough (Fort Marlborough), perempuan sering terlihat bertapa di dalam benteng tersebut. Benteng ini terletak di Jalan Benteng, Kebun Keling, Kota Bengkulu, Bengkulu.

Sejarah

Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) pada tahun 1714-1919 sebagai benteng pertahanan Inggris di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet [1]. Benteng tersebut dibangun di atas bukit buatan manusia, menghadap ke kota Bengkulu dan kembali ke Samudera Hindia. Benteng tersebut dibakar oleh masyarakat Bengkulu. Oleh karena itu warganya terpaksa mengungsi ke Madras. Setelah mencapai kesepakatan, mereka kembali pada 1724. Pada 1793, serangan lain diluncurkan. Dalam kejadian ini, perwira Inggris Robert Hamilton (Robert Hamilton) tewas. Kemudian pada tahun 1807, penduduk Thomas Parr (Thomas Parr) juga tewas. Cara pemerintah Inggris mendirikan monumen di Bengulu untuk memperingati keduanya.

Baca Juga: Inilah 5 Suku Terasing Dari Dunia Modern

7. Benteng Van der Wijk, Kebumen

Buat yang suka travelling ngeri, benteng paling menakutkan di Indonesia ini sangat menarik buat kamu. Salah satu benteng yang menyimpan banyak cerita horor adalah Benteng Van der Wijk di Kebumen. Alamat lengkapnya beralamat di No. 100, Jalan Sapta Marga, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Di benteng ini, Anda sering mendengar tentara tak terlihat berjalan. Tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat menahan Pangeran Dibonegro dan tentaranya. Meski dibangun pada abad ke-19, Benteng Besi Van der Wijk tetap memiliki bentuk arsitektur yang kuat dan unik.

Sejarah

Benteng Hindia Timur Belanda dibangun pada abad ke-18 dan terletak di Kumbang, sekitar 20 kilometer sebelah barat Kabupaten Kebumen, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, 7 kilometer sebelah barat Kota Karanganyar, atau 100 kilometer dari Yogyakarta.

Nama benteng ini diambil dari Van Der Wijck, yang kemungkinan adalah nama komandannya saat itu. Nama benteng ini terukir di pintu sebelah kanan.

Benteng ini terkadang dikaitkan dengan nama Frans David Cochius (1787-1876), seorang jenderal yang bertugas di wilayah barat Bagelen, dan namanya juga selamanya dikenal dengan nama Benteng Cochius Generaal. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng persegi delapan di Indonesia.

8. Benteng Otanaha, Gorontalo

Benteng Otanaha di Gorontalo juga merupakan salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia. Pasalnya, para napi kerap menangis pada malam hari. Lokasi Benteng Otanaha berada di atas bukit, tepatnya di Jalan Usman Isa di Gorontalo.

Pada siang hari, Benteng Otanaha (Benteng Otanaha) menjadi objek wisata yang paling diminati oleh wisatawan karena memberikan suasana alam yang sangat asri. Bangunan benteng yang sangat unik juga menambah kesan menarik saat berkunjung.

Sejarah

Mengenai pembangunan Benteng Otanaha, belum ada hasil penelitian sejarah yang pasti. Namun, selama ini masyarakat Gorontalo meyakini setidaknya ada dua versi cerita tersebut.

Menurut sejarah Gorontalo, ada Kerajaan Pinogu pada abad ke 15. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja bernama Wadipalapa dari Langit, Bugis-Ma Orang Bugis-Makassar disebut “Remmang Ri Langi”. Saat raja meninggal, Kerajaan Pinohu berganti nama menjadi Suwawa. Pada tahun 1481, kembali berganti nama menjadi Kerajaan Bone. Sekitar tahun 1585, keturunan bangsanya yang disebut raja adalah Wadipalapa II, yang bertanggung jawab atas Wadipalapa II, dan kemudian terjadi ekspansi Kerajaan Pikiran Boone secara damai. Oleh karena itu, masyarakat diperintahkan untuk mencari lahan baru dengan membagi masyarakat menjadi dua kelompok. Rute utara dari Suwawa di Wonggaditi meluas ke Huntu Lo Bohu yang dipimpin oleh Hemeto.

9. Benteng Fort Willem 1, Semarang

Saat kamu sedang liburan ke Semarang dan tertarik mengunjungi salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia ini, kamu bisa menuju ke Benteng Willem 1 (Benteng Willem 1). Benteng tersebut dulunya adalah tempat penyimpanan senjata Belanda, dan kemudian menjadi desa militer Jepang.

Salah satu cerita horor yang beredar di Fort William 1 adalah kemunculan seorang wanita keturunan Belanda yang sering muncul dan berkeliaran di daerah tersebut. Meski begitu, bangunan Benteng Willem 1 memiliki tampilan yang cantik dan sangat cocok sebagai objek wisata di siang hari.

Sejarah

Pada tahun 1840-an, ketika VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa merupakan titik perpaduan strategis antara Semarang dan Surakarta. Pada awal abad ke-18, VOC membangun benteng di sepanjang jalur Semarang-Aonalang (sekarang Ungaran) -aratiga-Solo. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan hubungan dengan Kerajaan Mataram. Kamp militer juga didirikan di kota-kota yang mereka lewati, termasuk Ambarawa. Pada masa pemerintahan Kolonel Horn (1827-1830), terdapat barak militer dan gudang logistik militer. Pada tahun 1834 dibangun benteng modern di Ambarawa, yang kemudian dinamai Fort Willem I (Fort Willem I), dan pembangunannya berakhir pada tahun 1845.

10. Benteng Vastenburg, Surakarta

Salah satu benteng paling menakutkan di Indonesia adalah Vasemburg di Surakarta. Lokasi tepatnya berada di kawasan Kedung Lumbu Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Benteng ini dibangun sejak 1745 untuk mengawasi para penguasa Surakata.

Kisah horor yang terkenal di Benteng Vastenburg adalah seorang wanita berkaki kuda Belanda yang sering muncul di area benteng. Tidak hanya di malam hari, tapi juga sering di siang hari.

Sejarah

Benteng Warisan Belanda terletak di Jalan Kedung Lumbu, Jalan Pasar Kliwon, Surabaya, Jawa Tengah. Benteng ini dibangun pada tahun 1745 oleh Gubernur Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, khususnya Keraton Surakarta, maka didirikan benteng dan pusat pertahanan. Di seberangnya adalah kediaman Gradak Gubernur Belanda (sekarang kantor pemerintah kota Surakarta).

Bentuk tembok benteng berbentuk bujur sangkar dengan bagian menonjol ruang yang disebut benteng di tepinya. Ada parit di sekeliling tembok benteng, dan ada jembatan penjaga di pintu depan dan belakang. Bangunan itu terdiri dari beberapa kamp militer independen, masing-masing berperan dalam ketentaraan. Ada lahan terbuka di tengah untuk menyiapkan pasukan atau bendera apel.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
0Shares
0 0